Swakarya punya cerita Blog

Archive for Desember 2008

satemanisjl

Kalau kalian ke Jogja, sempatkan jalan-jalan di Malioboro di pagi hari (+- jam 10 pagi). Di ujung jalan Maliobro ada pasar tradisional yang paling ngetop di Jogja, Beringharjo.

Kalau pergi ke Pasar Bringharjo, sebelum belanja-belanja yang lain isi perut dulu. Pesen saja pecel ato urapĀ  pincuk dengan tempe bacemnya. Juga jangan lupa untuk mencicipi sate manis. Disebut sate manis karena rasanya manis-manis gurih. Daging sapi yang digunakan adalah bagian sandung lamur yang banyak memiliki lemak.

Untuk bisa menikmati sate manis ini, kita hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp. 3500 sampai Rp. 6000 per 10 tusuk. Kalo mau cuek, sambil nenteng pecel/urap dan sate yang dipincuk, Anda bisa jalan-jalan di pasar yang menjual banyak batik ini. Cuma buat yang DRS (darah tinggi sekalee) makan satenya jangan banyak-banyak, ntar bisa kebawa ambulance.

Iklan

profits

Kemana Menabung ?

Umumnya, Tujuan Orang menabung/menginvestasikan uangnya :
1. Untuk dana darurat keluarga
2. Untuk dana pendidikan anak-anak
3. Untuk dana pensiun di hari tua / masa depan lebih baik

Contoh : Pak Ali ingin menabung setiap bulannya Rp. 400.000,-.
Ada 3 alternatif menabung yang dapat dipilih oleh Pak Ali.

Baca entri selengkapnya »

Dari sekian banyak gudeg yang ada di Jogja, ternyata beberapa di antaranya memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri. Salah satunya adalah gudeg pawon. Kali ini, kita akan mencicipi gudeg yang sangat terkenal dan legendaris tersebut.

Keunikan dari gudeg ini sebenernya bukan terletak pada menunya, bahkan boleh dibilang rasa gudeg beraliran putih ini ndak ada yang istimewa bila dibandingkan dengan gudeg-gudeg sejenis. Akan tetapi letak keunikannya adalah tempat dijualnya gudeg ini, yaitu di pawon atau dapur.

Gudeg Pawon

Tempat berjualan gudeg ini tidak seperti warung-warung pada umumnya. Karena memang tempat berjualannya di pawon alias dapur, maka kita harus jeli untuk menemukan tempat ini. Tetapi hal ini tidaklah sulit, karena tempat ini mudah dikenali, yaitu banyaknya kendaraan yang diparkir di depannya, mulai dari sepeda motor hingga mobil-mobil.

Lokasi gudeg ini berada pada Jalan Janturan, Glagah, Yogyakarta. Dari Jalan Kusumanegara, pada pertigaan di depan Toserba Pamela, belok ke selatan. Setelah melewati kampus UTY dan Ahmad Dahlan, maka Anda akan menemukan rumah yang di depannya banyak diparkir kendaraan, di situlah Gudeg Pawon berada.

Sumber : cahandong.org

Sejarah Soto di Indonesia tidak pernah jelas. Bukti-bukti antropologis menyebutkan bahwa Soto sebagai sajian berkuah yang dimakan dengan nasi, kemungkinan berawal dari Jawa Tengah sekitar abad pertengahan ke 18. Awalnya adalah dari sebuah masakan Cina yang melebur dengan tradisi kaum imigran, pedagang, dan pengelanan dari berbagai budaya. Sehingga muncul-lah kuliner soto mulai dari ujung Sumatera hingga Indonesia bagian timur. Beberapa diantaranya menjadi legenda kuliner tersendiri seperti SOTO AYAM, SOTO KUDUS, SOTO KONRO.